Dolar Melemah Jelang Data Penggajian, Bersiap untuk Penurunan Mingguan

Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang Kelompok 10 menjelang data penggajian utama AS pada hari Jumat (2/2). Yen melemah, sementara pound melanjutkan kenaikannya karena investor memperkirakan Bank of England akan meluangkan waktu untuk memangkas suku bunga tahun ini.

Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1% setelah turun 0,5% pada hari Kamis; Indeks tersebut diperkirakan mengakhiri kenaikan empat minggu berturut-turut.

Pound naik tipis, didukung oleh investor yang masih memperkirakan Bank of England akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memangkas suku bunga dibandingkan bank sentral besar lainnya, bahkan ketika bank tersebut telah membuka kemungkinan untuk melakukan pelonggaran dalam beberapa bulan mendatang.

Mata uang Inggris berada di jalur yang tepat untuk mencatat minggu terbaiknya terhadap dolar sejak pertengahan Desember; kenaikannya dalam minggu keenam berturut-turut terhadap euro merupakan kenaikan beruntun terpanjang dalam dua tahun.

Pergerakan mata uang stabil menjelang data non-farm payrolls AS, yang mungkin naik 185.000 pada bulan Januari, kurang dari angka bulan Desember sebesar 216.000; angka yang dibisikkan menunjukkan kenaikan yang lebih tangguh sebesar 211.000. Tingkat pengangguran mungkin naik hingga 3,8%. Data pada hari Kamis menunjukkan peningkatan klaim pengangguran, menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja.

“Jika angka NFP AS hari ini memang stabil, maka EUR/USD dapat kembali mencapai 1,0875/1,0900,” ahli strategi FX di ING menulis dalam sebuah catatan.

Namun, volatilitas yang rendah pada pasangan ini menunjukkan bahwa investor tidak mengharapkan peningkatan volatilitas FX dalam waktu dekat, mereka menambahkan.

BBDXY tergelincir 0,1%, USD/JPY naik 0,2%, karena imbal hasil Treasury dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik 3bps menjadi 4,23%; yen tergelincir terhadap semua mata uang G-10.

GBP/USD naik sebanyak 0,2%, EUR/USD juga naik 0,2%.

AUD/USD naik 0,4% menjadi 0,6595 didukung oleh harga minyak yang lebih tinggi; pembelian eksportir membantu AUD/USD mengurangi penjualan opsi yang melekat di 0,6580/90, menurut pedagang Valas yang berbasis di Asia.(mrv)

Sumber : Bloomberg

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.