Minyak Datar saat Lemahnya Prospek IEA Bebani Harapan Penurunan Suku Bunga

Harga minyak terhenti pada hari Jumat (16/2) karena perkiraan melambatnya permintaan oleh Badan Energi Internasional (IEA) setelah naik pada sesi sebelumnya karena lemahnya data penjualan ritel AS yang memicu optimisme bahwa The Fed mungkin menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Minyak mentah berjangka Brent turun 19 sen, atau 0,2%, menjadi $82,67 per barel pada 07.45 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 3 sen menjadi $78 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut naik lebih dari 1% kemarin karena penurunan penjualan ritel AS yang lebih besar dari perkiraan mendorong harapan Federal Reserve akan segera mulai menurunkan suku bunga, yang dapat berdampak positif bagi permintaan minyak.

Sementara laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel turun 0,8% pada bulan Januari, penurunan terbesar sejak Februari 2023. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel turun 0,1%.(yds)

Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.