Minyak Turun saat Prospek Suku Bunga Fed Picu Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak melanjutkan penurunannya pada Selasa (21/5), dengan investor memperkirakan inflasi AS yang berkepanjangan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, sehingga menekan permintaan konsumen dan industri.

Minyak mentah berjangka Brent turun 64 sen, atau 0,7%, menjadi $83,07 per barel pada pukul 08.45 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 64 sen, atau 0,8%, menjadi $79,16.

Kedua acuan minyak tersebut turun hampir 1% kemarin setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan mereka menunggu sejumlah tanda-tanda perlambatan inflasi sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga.

Sementara investor fokus pada pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+. Mereka dijadwalkan bertemu pada tanggal 1 Juni untuk menetapkan kebijakan produksi, termasuk apakah akan memperpanjang pengurangan pasokan sukarela beberapa anggota sebesar 2,2 juta barel per hari.

OPEC+ dapat memperpanjang beberapa pemotongan sukarela jika permintaan gagal meningkat, kata analis kepada Reuters.(yds)

Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.