Harga emas melemah pada Selasa (21/5) karena penguatan dolar, dengan logam tersebut mundur dari rekor puncak yang dicapai pada sesi sebelumnya karena faktor-faktor bullish seperti meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga AS serta risiko geopolitik yang mendorong permintaan safe-haven.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi $2,413.69 per ons, pada 05.38 GMT, setelah menyentuh rekor tertinggi di level $2,449.89 pada hari Senin.
Sementara emas berjangka AS turun 0,9% menjadi $2,417.10.
Dolar naik 0,1% sehingga membuat emas batangan yang dihargakan dalam greenback menjadi kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve yang dijadwalkan pada hari Rabu diikuti dengan komentar dari sejumlah pembicara Fed akan ditunggu-tunggu di pekan ini.
Yang menambah kenaikan emas adalah meningkatnya penghindaran risiko setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Azerbaijan pada hari Minggu.
Sementara perak di pasar spot turun 1,4% menjadi $31,38 per ons setelah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun di sesi terakhir.
“Perak merupakan beta bagi emas. Investor tertarik pada perak karena fundamentalnya sangat kuat ditambah dengan meningkatnya permintaan industri dan merupakan alternatif yang lebih murah dibandingkan emas,” ungkap Soni Kumari, yang merupakan ahli strategi komoditas ANZ.
Platinum kehilangan 0,9% menjadi $1,036.95, setelah menyentuh level tertinggi sejak 12 Mei 2023, pada hari Senin. Paladium turun 1,9% menjadi $1.007,75.(yds)
Sumber: Reuters
