Emas Stabil Jelang Rilis Data Inflasi AS Yang Mungkin Memberikan Petunjuk Tingkat Suku Bunga

Emas stabil menjelang angka inflasi AS yang mungkin mempengaruhi prospek kebijakan moneter.

Angka-angka tersebut akan diawasi dengan ketat untuk mengetahui indikasi apakah Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lagi, yang akan menjadi bearish bagi emas yang tidak berbunga. Bloomberg Economics melihat laporan tersebut memperkuat bias pengetatan bank sentral.

Emas telah jatuh selama dua minggu berturut-turut, meninggalkan kenaikan yang terlihat setelah serangan Hamas terhadap Israel, karena kekhawatiran mengenai dampak konflik memudar. Hedge fund mengurangi spekulasi bullish pada logam mulia minggu lalu, sebuah tanda meningkatnya sikap bearish terhadap ruang yang lebih luas.

Sementara itu, terdapat perbedaan pendapat yang mencolok di antara bank-bank Wall Street mengenai seberapa agresif mereka berpikir The Fed akan mengurangi biaya pinjaman tahun depan, yang mana hal ini akan sangat penting bagi prospek emas. Pedagang hanya memperkirakan satu penurunan suku bunga.

Harga emas di pasar spot stabil di $1,947.59 per ons pada pukul 10:21 pagi waktu London. Indeks Spot Dolar Bloomberg melemah. Perak, platinum, dan paladium semuanya menguat. (knc)

Sumber : Bloomberg

Related News

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.