Minyak Naik di Tengah Penurunan Stok AS dan Konflik Timur Tengah

Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada Rabu (24/4) setelah data industri menunjukkan penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS pekan lalu, sebuah tanda positif untuk permintaan, meskipun pasar juga terus mewaspadai permusuhan di Timur Tengah.

Minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen, atau 0,29%, menjadi $88,68 per barel dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 26 sen, atau 0,31%, menjadi $83,62 per barel pada pukul 06.34 GMT.

Persediaan minyak mentah AS turun 3,237 juta barel dalam pekan yang berakhir 19 April, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute. Sebaliknya, enam analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan sebesar 800.000 barel.

Sementara itu para pedagang akan mengamati data resmi AS mengenai stok minyak dan produk yang akan dirilis pada pukul 10:30 EDT (1430 GMT) untuk konfirmasi penarikan besar-besaran.

Aktivitas bisnis AS menurun pada bulan April ke level terendah dalam empat bulan, dengan S&P Global mengatakan pada hari Selasa bahwa Indeks Output PMI Komposit, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, turun menjadi 50,9 pada bulan ini dari 52,1 pada bulan Maret.

Pemangkasan suku bunga AS dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan, pada gilirannya, meningkatkan permintaan minyak dari konsumen bahan bakar utama dunia.(yds)

Sumber: Reuters

Related New

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.