Harga minyak melonjak pada Jumat (19/4) karena laporan bahwa Israel telah menyerang Iran yang mengguncang pasar serta memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak Timur Tengah dapat terganggu.
Kontrak acuan melonjak lebih dari $3 sebelum sedikit berkurang. Pada pukul 06.15 GMT (16.15 WIB), minyak berjangka Brent naik $1,40, atau 1,61%, menjadi $88,51 per barel. Kontrak West Texas Intermediate AS yang paling aktif naik $1,38, atau 1,68%, menjadi $83,48 per barel.
Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada hari ini, kata sumber kepada Reuters, sebuah serangan balasan terbaru antara kedua negara yang mengancam akan menyeret wilayah tersebut lebih dalam ke dalam konflik.
Media Iran melaporkan ledakan tersebut, namun seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh sistem pertahanan udara. Media pemerintah mengatakan tiga drone di pusat kota Isfahan telah ditembak jatuh.
Sementara investor telah memantau dengan cermat reaksi Israel terhadap serangan pesawat tak berawak Iran pada 13 April. Premi risiko geopolitik pada harga minyak telah melemah pada minggu ini karena adanya persepsi bahwa setiap pembalasan Israel terhadap serangan Iran akan dimoderasi oleh tekanan internasional.
Dalam pasokan minyak mentah global, Venezuela kehilangan izin utama AS yang mengizinkan anggota OPEC mengekspor minyak ke pasar global. AS juga mengumumkan sanksi terhadap Iran, anggota OPEC lainnya, yang menargetkan kendaraan udara tak berawaknya setelah negara tersebut melakukan serangan pesawat tak berawak terhadap Israel. Namun sanksi terhadap Iran tidak mencakup industri minyaknya.(yds)
Sumber: Reuters
