Dolar turun tipis namun masih tidak jauh dari level tertingginya dalam 5 setengah bulan pada Rabu (17/4), sehingga menjaga yen tetap berada di dekat posisi terendah dalam 34 tahun setelah pejabat Federal Reserve menegaskan kembali suku bunga kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Kemarin pejabat tinggi bank sentral AS termasuk Ketua Fed Jerome Powell tidak memberikan panduan apa pun mengenai kapan suku bunga dapat diturunkan, dan malah mengatakan bahwa kebijakan moneter perlu bersifat restriktif lebih lama.
Dolar sedikit lebih rendah terhadap euro berada pada $1,0628 pada hari ini, tidak jauh dari level tertinggi lima setengah bulan di $1,06013 yang dicapai kemarin.
Terhadap sejumlah mata uang, dolar terakhir berada di 106,22, tidak jauh dari puncak lima bulan di 106,51 yang dicapai kemarin. Indeks naik 4,8% untuk tahun ini.
Para pedagang kini mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 40 basis poin pada tahun 2024, jauh lebih rendah dibandingkan pelonggaran sebesar 160 bps yang mereka antisipasi pada awal tahun.
Sementara otoritas di Bank Sentral Eropa (ECB) terus menyarankan penurunan suku bunga pada bulan Juni pada hari Selasa karena inflasi masih berada pada jalur untuk turun kembali ke 2% pada tahun depan, bahkan jika jalur harga masih bergelombang.
Yen terakhir berada tepat di bawah 154,79 per dolar, level terlemah dalam 34 tahun.
Saat ini para pelaku pasar menaikkan standar kemungkinan intervensi Bank of Japan (BOJ) untuk menopang mata uang Jepang, sekarang menyebutkan level 155 dari sebelumnya 152, bahkan jika mereka yakin BOJ dapat mengambil tindakan kapan saja.(yds)
Sumber: Reuters
