Minyak Turun disaat Inflasi AS yang Tinggi Meningkatkan Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak turun pada hari Senin (19/2) karena perhatian investor kembali ke prospek permintaan setelah laporan kenaikan harga produsen di AS, pengguna minyak terbesar di dunia, memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dan suku bunga yang lebih tinggi akan membatasi pertumbuhan konsumsi bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent turun 55 sen, atau 0,7%, menjadi $82,92 per barel pada 07.20 GMT. Kontrak bulan Maret untuk minyak mentah West Texas Intermediate AS, yang berakhir pada hari Selasa, turun 41 sen, atau 0,5%, menjadi $78,78.

Kontrak WTI April turun 0,7%, atau 54 sen, menjadi $77,92.

Kedua kontrak Brent dan WTI ditutup lebih tinggi pada hari Jumat, karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengimbangi melambatnya perkiraan permintaan dari Badan Energi Internasional.

Harga produsen AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Januari di tengah kenaikan kuat pada biaya jasa, yang dapat memperkuat kekhawatiran inflasi.

Pasar juga belum melihat arah permintaan dari Tiongkok setelah kembali dari liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, sementara Hari Presiden di Amerika diperkirakan akan menjaga perdagangan relatif tenang. (Arl)

Sumber : Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.