Indeks Berjangka AS Sedikit Berubah Seiring Wall Street Menanti Data Utama Inflasi Konsumen

Indeks saham berjangka AS sedikit berubah pada Rabu pagi seiring para investor menantikan rilis data indeks harga konsumen untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai inflasi.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun tipis 20 poin, atau 0,06%. S&P 500 berjangka kehilangan 0,03%, sementara Indeks Nasdaq 100 berjangka naik 0,02%.

Rata-rata saham utama semuanya membukukan kerugian selama sesi perdagangan utama hari Selasa. Indeks Nasdaq Composite sangat tertekan, turun 1% karena saham-saham teknologi berada di bawah tekanan. S&P 500 turun hampir 0,6%, sedangkan Dow turun kurang dari 0,1%. Saham Apple tergelincir 1,7%, membebani indeks, sementara Oracle mencatat hari terburuknya dalam lebih dari 20 tahun karena pendapatan yang mengecewakan dan panduan yang lemah.

Fokus Wall Street kini beralih ke laporan CPI bulan Agustus, yang akan dirilis pada Rabu pagi. Para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi sebesar 3,6% dari tahun ke tahun, menurut Dow Jones. Angka ini akan menandai peningkatan dari angka bulan sebelumnya sebesar 3,2%. CPI Inti, yang tidak memperhitungkan biaya pangan dan energi karena volatilitas, diperkirakan meningkat 4,3% di bulan Agustus, dibandingkan dengan kenaikan 4,7% di bulan Juli.

Wall Street sebagian besar sudah memperhitungkan jeda kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya. Data harga dana berjangka Fed menunjukkan kemungkinan 93% suku bunga tetap sama pada Selasa malam, menurut CME FedWatch Tool. Fokus khusus akan diberikan pada inflasi di segmen jasa perekonomian, menurut Matt Stucky, manajer portofolio senior di Northwestern Mutual Wealth Management Company. (knc)

Sumber : CNBC

Rifan Financindo Berjangka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.