Emas stabil setelah turun di sesi sebelumnya menjelang data pertumbuhan AS yang akan memberikan petunjuk baru mengenai keadaan perekonomian.
Logam mulia melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di $2,135.39 per ounce awal bulan ini karena para pedagang bertaruh bahwa Federal Reserve akan segera menurunkan suku bunga tahun depan seiring melambatnya pertumbuhan dan menurunnya inflasi. Sejak itu, beberapa pejabat Fed telah mengecilkan prospek tersebut dan membiarkan harga mendekati $2.040.
Pada hari Rabu, data menunjukkan penjualan rumah yang dimiliki sebelumnya meningkat secara tak terduga di bulan November, sementara kepercayaan konsumen meningkat terbesar di bulan Desember sejak awal tahun 2021 karena masyarakat Amerika semakin optimis terhadap perekonomian.
Investor akan menantikan data produk domestik bruto di sesi ini untuk mengukur kesehatan perekonomian. Deflator PCE, metrik inflasi yang disukai oleh The Fed, akan dirilis pada hari Jumat.
Harga emas naik 0,2% menjadi $2,036.36 per ounce pada pukul 09:18 pagi waktu London hari Kamis (21/12), setelah tergelincir 0,4% pada hari Rabu. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%. Perak, platinum, dan paladium semuanya naik. (Arl)
Sumber : Bloomberg
