Minyak Naik di Tengah Menipisnya Persediaan AS dan Pelemahan Dolar

Harga minyak naik pada hari Kamis (13/12), lanjutkan kenaikan sesi sebelumnya, karena penarikan mingguan yang lebih besar dari perkiraan dari penyimpanan minyak mentah AS dan melemahnya dolar setelah bank sentral AS mengisyaratkan biaya pinjaman yang lebih rendah untuk tahun 2024.

Minyak Brent berjangka naik $1, atau 1,3%, menjadi $75,26 per barel pada pukul 09.00 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 80 sen, atau 1,1%, menjadi $70,27.

“Harga minyak mentah mengalami rebound sebelum pertemuan The Fed, dan peristiwa tersebut mengangkat harga lebih lanjut,” kata analis CMC Markets, Tina Teng, dalam catatan kliennya.

Dolar turun ke level terendah baru dalam empat bulan pada hari Kamis setelah proyeksi ekonomi terbaru Federal Reserve AS mengindikasikan siklus kenaikan suku bunga telah berakhir dan biaya pinjaman yang lebih rendah akan terjadi pada tahun 2024.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa pengetatan kebijakan moneter bersejarah kemungkinan besar telah berakhir.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman konsumen, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak. Melemahnya dolar membuat harga minyak lebih murah bagi pembeli asing. (Tgh)

Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.